Sabtu, 09 Juni 2012

Laporan Medium Pertumbuhan Mikroba


LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI
MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROORGANISME

DISUSUN OLEH :
Fadila Brilian Sani                 (0904015088)
Ira Juhairiah                          (0904015143)
Riki Subagja                          (0904015228)
Thirani D                                (0904015268)
Wiwi Nidiyanti                       (0904015286)
Semester/ Kelas : 3B
Kelompok : 3 (Tiga)

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PROF. DR.  HAMKA
JAKARTA 
2010



BAB I
PENDAHULUAN

A.                LATAR BELAKANG
Dalam bidang mikrobiologi, dipelajari mengenai mikroba yang meliputi bakteri, fungi atau mikroorganisme lainnya. Karena itu, untuk melihat dengan jelas penampakan mikroba tersebut, terlebih dahulu kita membuat biakan. Sebelumnya, bahan serta peralatan harus dalam keadaan steril, artinya pada bahan dan peralatan yang ingin dipergunakan tidak terdapat mikroba lain yang tidak diharapkan. Proses dari kegiatan steril disebut sterilisasi.
Sementara itu, untuk menumbuhkan mikroorganisme yang sudah dibiakkan (murni) digunakan medium. Yang dimaksud dengan medium adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran bahan makanan atau nutrien untuk menumbuhkan suatu mikroorganisme tersebut. Pada praktikum ini Kami akan membuat suatu medium , yaitu PDA alami, TEA, PDA sintetis,  dan NA sintetis untuk mengetahui pertumbuhan organisme dan teknik membuat suatu medium.
B.                 TUJUAN
Tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui dan mempelajari cara membuat medium alamiah dan sintetis.
2.      Mengetahui teknik pemindahan medium secara steril.
3.      Untuk mengamati mikroorganisme yang terdapat pada medium yang telah dibuat.




BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Medium adalah suatu bahan yang terdiri dari campuran bahan makanan atau nutrien untuk menumbuhkan suatu mikroorganisme tersebut. Media berfungsi untuk menumbuhkan mikroba, isolasi, memperbanyak jumlah, menguji sifat-sifat fisiologi dan perhitungan jumlah mikroba, dimana dalam proses pembuatannya harus disterilisasi dan menerapkan metode aseptis untuk menghindari kontaminasi pada media.
Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993).
Alat yang akan digunakan dalam suatu penelitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan dan peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang teradapat pada suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas); penyaringan; penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asam perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Hadioetomo, 1993).
Memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di dalamnya harus memperhatikan berbagi macam ketentuan seperti jika yang ingin kita membuat medium untuk organisme bersel tunggal, biasanya air sangat penting sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium agar padat, digunakan agar-agar, gelatin atau gel silika. Bahan agar yang utama adalah galaktan (komplek karbohidrat yang diekstrak dari alga genus Gelidium). Agar akan larut atau cair pada suhu hampir 100oC dan akan cair apabila kurang lebih 43oC (Hadioetomo, 1993).
Syarat – syarat dalam pembuatan medium :
·         Medium harus memenuhi semua kebutuhan nutrien yang mudah digunakan oleh mikroorganisme.
·         medium tidak mengandung zat penghambat pertumbuhan.
·         Medium harus steril
·         Medium harus memiliki tekanan osmose, pH dan lain-lain yang sesuai.
Klasifikasi medium
Klasifikasi medium menurut bahan yang digunakan :
1.      Medium alamiah : medium yang bahan dasarnya berupa substrat bahan alam, seperti: sari buah wortel
2.      Medium semi alamiah : medium alamiah ditambahkan kedalamnya senyawa kimia, seperti : PDA (Potato Dextrose Agar) ; TEA (Touge Extract Agar)
3.      Medium buatan atau sintesis : medium yang komposisinya telah ditentukan dan terdiri dari bahan kimia, contoh : Czapeks Dox Agar
Klasifikasi medium menurut kegunaannya :
1.      Medium umum : medium yang dapat ditumbuhi oleh mikroorganisme secara umum,
Contoh : SDA, TEA, PDA
2.      Medium selektif : medium yang komposisinya diatur sedemikian rupa sehingga hanya jenis mikroorganisme tertentu dapat tumbuh, contoh : SSA (Salmonella Shigella Agar) , BGLB ( Brilliant Green Lactose Broth ).
3.      Medium differensial : medium yang digunakan untuk membedakan jenis mikroorganisme yang satu dengan yang lainnya, contoh : Blood Agar, EMBA (Eosin Methylene Blue Agar)
4.      Medium pengkayaan ( Enrichment medium ) : medium untuk menumbuhkan mikroorganisme tertentu dan diharapkan memiliki jumlah sel yang lebih banyak untuk tujuan tertentu, seperti YMA ( Yeast Malt Agar) medium pertumbuhan yang baik untuk sel khamir.

Bahan-bahan media pertumbuhan
1.      Bahan dasar
·         Air (H2O) sebagai pelarut
·         Agar (dari rumput laut) yang berfungsi untuk pemadat media. Agar sulit didegradasi oleh mikroorganisme pada umumnya dan mencair pada suhu 45 oC.
·         Gelatin juga memiliki fungsi yang sama seperti agar. Gelatin adalah polimer asam amino yang diproduksi dari kolagen. Kekurangannnya adalah lebih banyak jenis mikroba yang mampu menguraikannya dibanding agar.
·         Silica gel, yaitu bahan yang mengandung natrium silikat. Fungsinya juga sebagai pemadat media. Silica gel khusus digunakan untuk memadatkan media bagi mikroorganisme autotrof obligat.
2.      Nutrisi atau zat makanan
Media harus mengandung unsur-unsur yang diperlukan untuk metabolisme sel yaitu berupa unsur makro seperti C, H, O, N, P; unsur mikro seperti Fe, Mg dan unsur pelikan/trace element.
·         Sumber karbon dan energi yang dapat diperoleh berupa senyawa organik atau anorganik sesuai dengan sifat mikrobanya. Jasad heterotrof memerlukan sumber karbon organik antara lain dari karbohidrat, lemak, protein dan asam organik.
·         Sumber nitrogen mencakup asam amino, protein atau senyawa bernitrogen lain. Sejumlah mikroba dapat menggunakan sumber N anorganik seperti urea.
·         Vitamin-vitamin.
3.      Bahan tambahan
Bahan-bahan tambahan yaitu bahan yang ditambahkan ke medium dengan tujuan tertentu, misalnya phenol red (indikator asam basa) ditambahkan untuk indikator perubahan pH akibat produksi asam organik hasil metabolisme. Antibiotik ditambahkan untuk menghambat pertumbuhan mikroba non-target/kontaminan.
4.      Bahan yang sering digunakan dalam pembuatan media
·         Agar, agar dapat diperoleh dalam bentuk batangan, granula atau bubuk dan terbuat dari beberapa jenis rumput laut. Kegunaannya adalah sebagai pemadat (gelling) yang pertama kali digunakan oleh Fraw & Walther Hesse untuk membuat media. Jika dicampur dengan air dingin, agar tidak akan larut. Untuk melarutkannya harus diasuk dan dipanasi, pencairan dan pemadatan berkali-kali atau sterilisasi yang terlalu lama dapat menurunkan kekuatan agar, terutama pada pH yang asam
·         Peptone, peptone adalah produk hidrolisis protein hewani atau nabati seperti otot, liver, darah, susu, casein, lactalbumin, gelatin dan kedelai. Komposisinya tergantung pada bahan asalnya dan bagaimana cara memperolehnya.
·         Meat extract. Meat extract mengandung basa organik terbuat dari otak, limpa, plasenta dan daging sapi.
·         Yeast extract. Yeast extract terbuat dari ragi pengembang roti atau pembuat alcohol. Yeast extract mengandung asam amino yang lengkap & vitamin (B complex).
·         Karbohidrat. Karbohidrat ditambahkan untuk memperkaya pembentukan asam amino dan gas dari karbohidrat. Jenis karbohidrat yang umumnya digunkan dalam amilum, glukosa, fruktosa, galaktosa, sukrosa, manitol, dll. Konsentrasi yang ditambahkan untuk analisis fermentasi adalah 0,5-1%.
Perbedaan Agar petri, Agar tegak dan Agar slant :
1.      Agar petri : medium yang dimasukkan kedalam cawan petri secara aseptis.
2.      Agar slant: medium yang dimiringkan sesuai sudut kemiringan yang diinginkan.
3.      Agar tegak: medium yang dibiarkan berdiri tegak di rak tabung reaksi dan dibiarkan hingga mengeras.
Berikut ini beberapa media yang sering digunakan secara umum dalam mikrobiologi.
·         Lactose Broth digunakan sebagai media untuk mendeteksi kehadiran koliform dalam air, makanan, dan produk susu, sebagai kaldu pemerkaya (pre-enrichment broth) untuk Salmonellae dan dalam mempelajari fermentasi laktosa oleh bakteri pada umumnya. Pepton dan ekstrak beef menyediakan nutrien esensial untuk memetabolisme bakteri. Laktosa menyediakan sumber karbohidrat yang dapat difermentasi untuk organisme koliform. Pertumbuhan dengan pembentukan gas adalah presumptive test untuk koliform.Lactose broth dibuat dengan komposisi 0,3% ekstrak beef; 0,5% pepton; dan 0,5% laktosa.
·         EMBA (Eosin Methylene Blue Agar) Media Eosin Methylene Blue mempunyai keistimewaan mengandung laktosa dan berfungsi untuk memilah mikroba yang memfermentasikan laktosa seperti S. aureus, P. aerugenosa, dan Salmonella.
·         Nutrient Agar adalah medium umum untuk uji air dan produk dairy. NA juga digunakan untuk pertumbuhan mayoritas dari mikroorganisme yang tidak selektif, dalam artian mikroorganisme heterotrof. Media ini merupakan media sederhana yang dibuat dari ekstrak beef, pepton, dan agar.
·         Nutrient Broth merupakan media untuk mikroorganisme yang berbentuk cair. Intinya sama dengan nutrient agar.
·         MRSA (deMann Rogosa Sharpe Agar) MRSB merupakan media yang serupa dengan MRSA yang berbentuk cair/broth.
·         Trypticase Soy Broth (TSB) adalah media broth diperkaya untuk tujuan umum, untuk isolasi, dan penumbuhan bermacam mikroorganisme. Media ini banyak digunakan untuk isolasi bakteri dari spesimen laboratorium dan akan mendukung pertumbuhan mayoritas bakteri patogen. Media TSB mengandung kasein dan pepton kedelai yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen lainnya yang membuatnya menjadi media bernutrisi untuk bermacam mikroorganisme.
·         Plate Count Agar (PCA) digunakan sebagai medium untuk mikroba aerobik dengan inokulasi di atas permukaan. PCA dibuat dengan melarutkan semua bahan (casein enzymic hydrolisate, yeast extract, dextrose, agar) hingga membentuk suspense. Media PCA ini baik untuk pertumbuhan total mikroba (semua jenis mikroba) karena di dalamnya mengandung komposisi casein enzymic hydrolisate yang menyediakan asam amino dan substansi nitrogen komplek lainnya serta ekstrak yeast mensuplai vitamin B kompleks.
·         APDA
Media APDA berfungsi untuk menumbuhkan dan menghitung jumlah khamir dan yeast yang terdapat dalam suatu sampel.
·         Potato Dextrose Agar (PDA) digunakan untuk menumbuhkan atau mengidentifikasi yeast dan kapang. Dapat juga digunakan untuk enumerasi yeast dan kapang dalam suatu sampel atau produk makanan. PDA mengandung sumber karbohidrat dalam jumlah cukup yaitu terdiri dari 20% ekstrak kentang dan 2% glukosa sehingga baik untuk pertumbuhan kapang dan khamir tetapi kurang baik untuk pertumbuhan bakteri.
·         VRBA (Violet Red Bile Agar) dapat digunakan untuk perhitungan kelompok bakteri Enterobactericeae. Agar VRBA mengandung violet kristal yang bersifat basa, sedangkan sel mikroba bersifat asam. Bila kondisi terlalu basa maka sel akan mati. Dengan VRBA dapat dihitung jumlah bakteri E.coli. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat VRBA adalah yeast ekstrak, pepton, NaCl, empedu, glukosa, neutral red, kristal violet, agar).
·         PGYA
Media ini berfungsi untuk isolasi, enumerasi, dan menumbuhkan sel khamir. Dengan adanya dekstrosa yang terkandung dalam media ini, PGYA dapat digunakan untuk mengidentifikasi mikroba terutama sel khamir.




BAB III
METODOLOGI PRAKTIKUM

A.    ALAT DAN BAHAN
a.      Alat

·         Erlenmeyer
·         Tabung reaksi
·         Rak tabung
·         Cawan petri
·         Corong
·         Batang pengaduk
·         Gelas ukur
·         Bunsen
·         Autoklaf
·         Kulkas
·         Hot plate
·         Neraca analitik
·         Kapas
·         Kertas yellow page
·         Tali kasur
·         Kain kasa

b.      Bahan

·         Gula
·         Agar
·         Ekstrak kentang
·         Ekstrak tauge
·         Air
·         PDA sintetis
·         NA sintetis

B.     PROSEDUR KERJA
1.      Medium alamiah
a.      Potato Dextrose Agar (PDA) alami
1.      Direbus kentang (yang telah dikupas kulitnya, dicuci, dipotong  dadu dan ditimbang ± 50 gr) ke dalam ± 500 ml air sampai mendidih.
2.      Disaring ekstrak kentang menggunakan kain kasa.
3.      Diambil ekstrak kentang sebanyak ± 250 ml dimasukkan kedalam Erlenmeyer, lalu ditambahkan agar sebanyak 2% dan gula 1%.
4.      Dipanaskan diatas hot plate dan diaduk.
5.      Disaring ekstrak menggunakan kain kasa.
6.      Dimasukkan medium kedalam tabung reaksi sebanyak 4 ml (agar slant) dan ditutup mulut tabung dengan kapas dan selanjutnya dengan kertas yellow page.
7.      Sisa medium dimasukkan kedalam Erlenmeyer (agar petri) dan ditutup mulut Erlenmeyer dengan kapas dan selanjutnya dengan kertas yellow page diikat kuat.
8.      Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121oC selama 15-20 menit.
b.      Tauge Extract Agar (TEA)
1.      Direbus tauge ( dicuci, dipotong dan ditimbang ± 50 gr) ke dalam ± 500 ml air sampai mendidih.
2.      Disaring ekstrak tauge menggunakan kain kasa.
3.      Diambil ekstrak tauge sebanyak ± 250 ml dimasukkan kedalam Erlenmeyer, lalu ditambahkan agar sebanyak 2% dan gula 1%.
4.      Dipanaskan diatas hot plate dan diaduk.
5.      Disaring ekstrak menggunakan kain kasa.
6.      Dimasukkan medium kedalam tabung reaksi sebanyak 4 ml (agar slant) dan ditutup mulut tabung dengan kapas dan selanjutnya dengan kertas yellow page.
7.      Sisa medium dimasukkan kedalam Erlenmeyer (agar petri) dan ditutup mulut Erlenmeyer dengan kapas dan selanjutnya dengan kertas yellow page diikat kuat.
8.      Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121oC selama 15-20 menit
2.  Medium Sintesis
a. Nutrient Agar (NA) dan Potato Dextrose Agar (PDA) sintetis
1.      Ditimbang bahan sesuai dengan takaran.
2.      Dilarutkan kedalam aquadest sesuai dengan volume yang telah ditetapakan, dalam Erlenmeyer.
3.      Dipanaskan diatas hot plate yang dilengkapi pengaduk sampai larut dengan baik.
4.      Disterilisasi dengan autoklaf pada suhu 121oC selama 15-20 menit.
Catatan :
·         Untuk membuat agar slant, letakkan tabung reaksi pada posisi kemiringan yang diinginkan dan biarkan sampai membeku.
·          Untuk membuat agar petri, medium dalam Erlenmeyer yang telah distreilkan didinginkan hingga suhu 43o-50o C kemudian segera dituang kedalam cawan masing-masing 10-15 ml medium.
·          Medium yang telah padat dan siap tanam namun tidak akan dipergunakan segera sebaiknya disimpan dilemari pendingin.











BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.             HASIL PENGAMATAN
No.
Ciri sifat fisik
TEA
PDA sintetis
NA sintetis
PDA alami
1.
Warna
kuning
Oranye
Kuning
Putih
2.
Fase (padat/cair)
Cair
Cair
Cair
Cair
3.
Turbiditas (jernih/keruh)
Keruh
jernih
jernih
Keruh
4.
Kontaminasi
Terkontaminasi pada agar petri
-
-
-
5.
Jenis mikroba
bakteri
-
-
-

B.                 PEMBAHASAN
Pada medium PDA biasa digunakan untuk pertumbuhan jamur dan kapang sedangkan pada medium NB atau NA untuk pertumbuhan bakteri. PDA dan TEA termasuk dalam medium semi alamiah.
Keasaman (pH) medium juga amat penting bagi pertumbuhan mikroorganisme terutama kerja enzim amat dipengaruhi oleh pH. Sebagian besar bakteri tumbuh paling baik pada sekitar pH 7.
Pada hasil pengamatan praktikum mikrobiologi pada salah satu medium TEA Agar petri terdapat suatu kontaminasi yang kemungkinan disebabkan karena pada proses penuangan medium ke dalam cawan petri kurang aseptis dan masih panas sehingga uap air menempel pada permukaan tutup cawan petri yang dapat memicu adanya bakteri yang tumbuh, karena air merupakan media yang baik untuk pertumbuhan bakteri .Hal ini juga bisa disebabkan karena tutup cawan petri yang tidak sesuai dengan wadahnya sehingga permukaannya lebih luas dan memungkinkan udara masuk kedalam wadah dimana oksigen merupakan nutrisi yang baik untuk mikroorganisme . Sedangkan medium TEA, PDA alami, PDA sintetis dan NA sintetis dengan preparasi Agar slant tidak ditemukan kontaminasi. Medium TEA, PDA alami, PDA sintetis dan NA sintetis terdapat suatu nutrisi yang dapat digunakan untuk mikroorganisme. Bahan – bahan yang terkandung dalam medium TEA adalah vitamin, air, gula dan agar sedangkan pada kentang terdapat karbohidrat,vitamin,mineral,glukosa dan agar. Di dalam PDA sintetis dan NA sintetis juga terdapat glukosa,agar dan nutrisi lainnya. Fungsi agar untuk memadatkan medium.
Faktor-faktor yang memungkinkan terjadinya kontaminasi medium adalah :
1.      Sterilisasi medium yang kurang sempurna.
2.      Medium memenuhi semua kebutuhan nutrien.
3.      Proses praktikum yang tidak aseptis.
4.      Lingkungan laboratorium yang kurang steril.
Kemampuan mikroorganisme untuk tumbuh dan tetap hidup merupakan suatu hal yang penting untuk diketahui. Pengetahuan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba sangat penting di dalam mengendalikan mikroba. Berikut ini faktor-faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba :
a)       Suplai Nutrisi
Mikroba sama dengan makhluk hidup lainnya, memerlukan suplai nutrisi sebagai sumber energi dan pertumbuhan selnya. Unsur-unsur dasar tersebut adalah : karbon, nitrogen, hidrogen, oksigen, sulfur, fosfor, zat besi dan sejumlah kecil logam lainnya. Ketiadaan atau kekurangan sumber-sumber nutrisi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan mikroba hingga pada akhirnya dapat menyebabkan kematian. Kondisi tidak bersih dan higinis pada lingkungan adalah kondisi yang menyediakan sumber nutrisi bagi pertumbuhan mikroba sehingga mikroba dapat tumbuh berkembang di lingkungan seperti ini. Oleh karena itu, prinsip daripada menciptakan lingkungan bersih dan higinis adalah meminimalisir sumber nutrisi bagi mikroba agar pertumbuhannya terkendali.
b)     Suhu / Temperatur
Suhu merupakan salah satu faktor penting di dalam mempengaruhi dan pertumbuhan mikroorganisme. Suhu dapat mempengaruhi mikroba dalam dua cara yang berlawanan :
1.      Apabila suhu naik maka kecepatan metabolisme naik dan pertumbuhan dipercepat. Sebaliknya apabila suhu turun, maka kecepatan metabolisme akan menurun dan pertumbuhan diperlambat.
2.      Apabila suhu naik atau turun secara drastis, tingkat pertumbuhan akan terhenti, kompenen sel menjadi tidak aktif dan rusak, sehingga sel-sel menjadi mati.
Berdasarkan hal di atas, maka suhu yang berkaitan dengan pertumbuhan mikroorganisme digolongkan menjadi tiga, yaitu :
1.      Suhu minimum yaitu suhu yang apabila berada di bawahnya maka pertumbuhan terhenti.
2.       Suhu optimum yaitu suhu dimana pertumbuhan berlangsung paling cepat dan optimum. (Disebut juga suhu inkubasi)
3.      Suhu maksimum yaitu suhu yang apabila berada di atasnya maka pertumbuhan tidak terjadi.
c)      Keasaman atau Kebasaan (pH)
Setiap organisme memiliki kisaran pH masing-masing dan memiliki pH optimum yang berbeda-beda. Kebanyakan mikroorganisme dapat tumbuh pada kisaran ph 8,0 – 8,0 dan nilai pH di luar kisaran 2,0 sampai 10,0 biasanya bersifat merusak.
d)     Ketersediaan Oksigen
Mikroorganisme memiliki karakteristik sendiri-sendiri di dalam kebutuhannya akan oksigen.










BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A.                KESIMPULAN
Kesimpulan dari praktikum mikrobiologi adalah sebagai berikut:
1.      Dalam pembuatan medium terdapat 3 jenis preparasi Agar yaitu : Agar slant (miring), Agar petri dan Agar tegak (deep).
2.      Medium semi alamiah adalah medium yang tersusun atas bahan-bahan alamiah dan sintetis. Contohnya adalah Tauge Ekstrak Agar (TEA), Potato Dekstrose Agar (PDA), dan Nutrient Agar (NA).
3.      Dalam praktikum terjadi kontaminasi pada medium TEA agar petri akibat pengerjaan yang kurang aseptis dan steril.
4.      Pada medium PDA biasa digunakan untuk pertumbuhan jamur dan kapang sedangkan pada medium NB atau NA untuk pertumbuhan bakteri.
5.      Keasaman (pH) medium juga amat penting bagi pertumbuhan mikroorganisme terutama kerja enzim amat dipengaruhi oleh pH. Sebagian besar bakteri tumbuh paling baik pada sekitar pH 7.
B.                 SARAN
Saran  dari praktikum mikrobiologi adalah sebagai berikut:
1.      Pada saat membuat medium maka diharapkan agar tempat memindahkan medium tersebut steril dan selalu dekat dengan alat yang digunakan agar tetap steril.
2.      Sebelum melakukan praktek mikrobiologi diharapkan untuk menyeterilkan alat-alat dan diri kita masing-masing agar media atau bahan yang diuji tidak terkontaminasi oleh mikroorganisme.

DAFTAR PUSTAKA
-          Siri Hadioetomo,Ratna. 1993.Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. PT Gramedia: Jakarta
-          http://dunia-mikro.blogspot.com/2008/08/media-pertumbuhan-mikroorganisme.html
















LAMPIRAN GAMBAR
1.      Agar Slant
2.      Agar petri
3.      Agar tegak

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar